Kecamatan Batang Pamerkan Digitalisasi Layanan Desa di Batang Expo 2022

Oleh: aji priyono 19 May 2022 1 kali dibaca
Kecamatan Batang Pamerkan Digitalisasi Layanan Desa di Batang Expo 2022

BATANG – Kecamatan Batang memamerkan inovasi digitalisasi layanan pemerintahan desa dan kelurahan dalam perhelatan Batang Expo 2022. Inovasi tersebut menjadi salah satu unggulan Kecamatan Batang dalam memberikan kemudahan pelayanan sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat.

Dalam pameran tersebut, seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Batang memperkenalkan berbagai layanan digital yang telah dikembangkan, mulai dari aplikasi berbasis Android hingga website. Konsep yang diusung adalah “Desa dalam Genggaman”, yang menggambarkan kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan pemerintahan dan informasi desa melalui perangkat digital.

Konsep digitalisasi tersebut tergambar dalam desain stan Kecamatan Batang. Sebuah LCD berukuran besar digunakan untuk menyajikan berbagai informasi mengenai Kecamatan Batang dan layanan pemerintahan desa. Selain itu, turut dipamerkan boks layanan digital yang selama ini digunakan di sejumlah kantor desa dan kelurahan.

Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan bahwa digitalisasi layanan merupakan salah satu keunggulan Kecamatan Batang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini salah satu keunggulan kecamatan kami. Kami mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan informasi tentang desa. Seluruh desa sudah menerapkan digitalisasi layanan. Silakan bagi warga yang kepo bisa mengunjungi stan kami,” ujar Luksono saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, seluruh desa di Kecamatan Batang telah memiliki layanan aplikasi berbasis Android. Terdapat 12 aplikasi yang dikembangkan oleh desa, yaitu WKW, Sirobel, Basoka, Simoku, Sikece, Iwak, Instan, Singajir, Indek, Pajang Rapi, Takon Deso, dan Impas. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store.

Sementara itu, sembilan kelurahan di Kecamatan Batang menyediakan layanan digital melalui website masing-masing. Kehadiran berbagai platform tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi mulai menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Luksono menjelaskan bahwa pengembangan layanan digital tersebut tidak terlepas dari kemampuan sumber daya manusia di masing-masing desa. Menurutnya, banyak perangkat desa yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap perkembangan teknologi sehingga mampu mengembangkan konsep digital sesuai kebutuhan wilayahnya.

“Setelah digarap, ternyata di setiap desa itu punya SDM yang bisa mengerjakan hal tersebut. Mereka melek teknologi sehingga bisa membuat konsepnya sendiri. Aplikasi itu semula hanya dimiliki Desa Kalipucang Wetan saja dengan WKW atau Warta Kalipucang Wetan. Sekarang konsepnya bisa diterapkan di seluruh desa di Kecamatan Batang,” jelasnya.

Digitalisasi layanan tersebut tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi desa, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai pelayanan administrasi. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital untuk pengurusan surat-surat, memperoleh informasi desa, mengakses JDIH, PPID, serta berbagai informasi pemerintahan lainnya.

Selain pelayanan administrasi, platform digital desa juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka. Pelaku UMKM dapat membuat akun pada laman yang telah disediakan dan memajang produk yang mereka tawarkan.

Masyarakat yang menggunakan layanan tersebut juga dapat berkomunikasi secara langsung dengan pelaku UMKM, baik untuk menanyakan informasi produk maupun melakukan transaksi. Menariknya, layanan tersebut tidak membebankan biaya administrasi kepada pelaku UMKM maupun masyarakat umum.

Sekretaris Desa Kalipucang Wetan Bambang Edi Sudarmanto mengatakan, konsep digitalisasi layanan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, tetapi setiap desa diberikan ruang untuk mengembangkan nama, fitur, serta model layanan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

“Konsepnya sama, sesuai program prioritas Dana Desa. Tapi, nama, fitur, dan model sesuai desa masing-masing. Sekarang program ini jadi ikon di Kecamatan Batang,” ungkap Bambang.

Menurutnya, digitalisasi pelayanan melalui aplikasi tersebut menjadi salah satu inovasi yang membedakan Kecamatan Batang dalam pemanfaatan teknologi di tingkat pemerintahan desa.

Kehadiran digitalisasi layanan desa di Batang Expo 2022 sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya diterapkan di tingkat pemerintahan pusat dan daerah, tetapi juga telah berkembang hingga tingkat desa dan kelurahan.

Melalui konsep “Desa dalam Genggaman”, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan, informasi pemerintahan, serta akses terhadap potensi ekonomi desa dengan lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa.

Bagikan Artikel Ini

😱 Tradisi Tahunan Ini Selalu Ditunggu, Ada Apa di Dalam Gunungan?

😱 Tradisi Tahunan Ini Selalu Ditunggu, Ada Apa di Dalam Gunungan?

Pusaka Bangkit! Suara Sejarah dari Tanah Kalisalak...

Pusaka Bangkit! Suara Sejarah dari Tanah Kalisalak...

Video Profil Potensi Desa Kalisalak Kecamatan Batang

Video Profil Potensi Desa Kalisalak Kecamatan Batang