Sedekah Bumi Dukuh Sroni Desa Kalisalak Digelar Khidmat, Warga Arak Gunungan Hasil Bumi
Kalisalak – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Sroni, Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, pada Minggu malam, 10 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Belik Rantansari tersebut diikuti oleh masyarakat RT 03 RW 02 Dukuh Sroni dari berbagai kalangan. Tradisi tahunan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil bumi sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sejak pukul 19.30 WIB, warga mulai memadati lokasi kegiatan. Tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, hingga keluarga dan anak-anak turut hadir dalam suasana kebersamaan yang menjadi bagian penting dari tradisi Sedekah Bumi.
Doa Bersama di Belik Rantansari
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di sekitar Belik Rantansari. Di bawah temaram lampu dan suasana malam pedesaan, masyarakat memanjatkan doa dan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diterima.
Doa bersama juga menjadi momentum bagi warga untuk memohon keselamatan, keberkahan, hasil pertanian yang melimpah, serta kehidupan masyarakat yang tenteram dan harmonis.
Belik Rantansari sendiri menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat sehingga dipilih sebagai tempat pelaksanaan rangkaian awal tradisi Sedekah Bumi.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Pelaksanaan Acara
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Berbagai kebutuhan acara dipersiapkan secara swadaya dan gotong royong, mulai dari konsumsi, penyusunan gunungan hasil bumi, hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa Sedekah Bumi tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Pemdes Kalisalak Apresiasi Pelestarian Budaya
Perwakilan Pemerintah Desa Kalisalak turut menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Dukuh Sroni dalam mempertahankan tradisi Sedekah Bumi.
Tradisi tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat di tengah perkembangan zaman dan modernisasi yang semakin cepat.
Sedekah Bumi tidak hanya dipandang sebagai ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan rasa syukur kepada generasi muda.
Dengan tetap dilaksanakannya tradisi tersebut, masyarakat secara tidak langsung turut menjaga agar warisan budaya lokal tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Gunungan Hasil Bumi Diarak Keliling Desa
Puncak kegiatan ditandai dengan kirab gunungan hasil bumi. Gunungan yang berisi berbagai hasil pertanian warga, seperti sayuran dan buah-buahan, diarak mengelilingi wilayah desa.
Kirab berlangsung meriah. Warga berjejer di sepanjang jalan untuk menyaksikan iring-iringan gunungan. Sebagian masyarakat mengabadikan kegiatan tersebut, sementara warga lainnya memberikan sambutan penuh antusias kepada rombongan kirab.
Bagi masyarakat Dukuh Sroni, gunungan hasil bumi bukan sekadar kumpulan hasil pertanian. Gunungan menjadi simbol rasa syukur, kemakmuran, kerja keras petani, dan harapan agar bumi terus memberikan kehidupan bagi masyarakat.
Tradisi Rebutan Gunungan Meriahkan Sedekah Bumi
Setelah kirab selesai, suasana semakin meriah ketika warga mengikuti tradisi rebutan gunungan hasil bumi.
Masyarakat yang telah menunggu sejak awal dengan antusias mengambil berbagai hasil bumi yang terdapat dalam gunungan. Anak-anak terlihat gembira, sementara orang tua turut menikmati suasana kebersamaan.
Meski berlangsung penuh antusiasme, proses rebutan gunungan berjalan dengan aman dan terkendali. Panitia turut memastikan kegiatan berlangsung tertib sehingga seluruh rangkaian acara dapat diselesaikan dengan baik.
Bagi sebagian masyarakat, hasil bumi yang diperoleh dalam tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur atas hasil yang diberikan alam.
Sedekah Bumi Jadi Ruang Silaturahmi Warga
Lebih dari sekadar kegiatan adat, Sedekah Bumi Dukuh Sroni menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai generasi.
Tradisi ini mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal budaya lokal yang diwariskan oleh para pendahulu.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan gaya hidup masyarakat, keberadaan tradisi Sedekah Bumi menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tetap dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya.
Melalui keterlibatan anak-anak dan pemuda dalam kegiatan, nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap tradisi diharapkan dapat terus diwariskan.
Menjaga Tradisi, Merawat Identitas Desa
Pelaksanaan Sedekah Bumi di Dukuh Sroni, Desa Kalisalak menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
Dari doa bersama di Belik Rantansari hingga kirab dan rebutan gunungan hasil bumi, seluruh rangkaian kegiatan mengandung pesan tentang rasa syukur, kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam dan hasil pertanian.
Malam di Dukuh Sroni akhirnya ditutup dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi kembali hidup melalui partisipasi masyarakat.
Bagi warga Dukuh Sroni, budaya bukan sekadar cerita masa lalu. Budaya adalah identitas yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.