PKK Desa Kalisalak Ikuti Lomba Ecobrick, Selamatkan Lebih dari 1 Ton Sampah Plastik
Kalisalak – Tim PKK Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, turut berpartisipasi dalam lomba pembuatan ecobrick, yakni bata ramah lingkungan yang dibuat dengan memanfaatkan sampah plastik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (17/01/2022) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Perlombaan yang mengusung tema “Memanfaatkan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick” tersebut diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Batang dan diikuti oleh desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Batang.
Ecobrick merupakan salah satu metode pemanfaatan sampah plastik dengan memasukkannya ke dalam botol plastik hingga padat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat berbagai bentuk benda yang bermanfaat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Kegiatan penilaian lomba ecobrick turut dihadiri oleh Uni Kuslantasi Wihaji, Camat Batang Luksono Pramudito, Kepala Desa Kalisalak Sucipto Sapto Atmojo, Babinsa Desa Kalisalak Kuat Untung, serta Bhabinkamtibmas Desa Kalisalak Jumiko.
Dalam kesempatan tersebut, Uni Kuslantasi Wihaji menyampaikan bahwa lomba ecobrick diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat.
“Dengan diadakannya lomba ini diharapkan dapat meningkatkan bakat serta kemampuan yang dimiliki. Warga Desa Kalisalak akan memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas sehingga dapat terus berkarya dan inovatif di masa pandemi ini. Hal ini juga dilakukan agar warga lebih peduli dengan lingkungan,” jelas Uni Kuslantasi Wihaji.
Sementara itu, Ketua PKK Desa Kalisalak Rokhendah menjelaskan bahwa pembuatan ecobrick bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sekaligus mendaur ulangnya menggunakan botol plastik menjadi berbagai bentuk benda yang memiliki manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, PKK Desa Kalisalak berhasil membuat sebanyak 4.006 ecobrick yang kemudian dikreasikan menjadi empat model, yaitu:
- Modul segi enam: 55 unit
- Modul segi tiga: 30 unit
- Modul lego: 27 unit
- Meja besar: 3 unit
Dari keseluruhan proses pembuatan ecobrick tersebut, diperkirakan sebanyak 1.001,5 kilogram atau lebih dari 1 ton sampah plastik berhasil diselamatkan dari lingkungan dan dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Menurut Rokhendah, edukasi mengenai pengelolaan sampah seperti ecobrick sangat penting untuk terus dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat, termasuk anak-anak usia sekolah.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi anak sekolah karena bisa menumbuhkan dan mengembangkan bakat-bakat yang mereka miliki agar tersalurkan. Selain itu, ini juga menjadi edukasi dini bagi mereka untuk menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah plastik,” ujar Rokhendah.
Melalui kegiatan tersebut, PKK Desa Kalisalak berharap budaya memilah dan memanfaatkan sampah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick juga diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif.