BUMDes Rantansari Cipta Indah Kalisalak Panen 440 Ikat Selada Air, Dorong Ekonomi Desa
Kalisalak – Perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. Hal tersebut mulai terlihat di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, melalui pengembangan sektor pertanian yang dilakukan oleh BUMDes Rantansari Cipta Indah.
Salah satu potensi yang kini dikembangkan adalah budidaya selada air. Tanaman sayuran tersebut tumbuh subur di lahan pertanian yang dikelola BUMDes dan mulai memberikan hasil nyata bagi kegiatan ekonomi desa.
Dalam kegiatan panen yang berlangsung beberapa waktu lalu, hamparan tanaman selada air terlihat menghijau. Tanaman yang dipanen dalam kondisi segar tersebut kemudian dikumpulkan dan diikat untuk dipasarkan kepada masyarakat dan konsumen di wilayah Batang dan sekitarnya.
Panen 440 Ikat Selada Air
Pada panen kali ini, BUMDes Rantansari Cipta Indah berhasil menghasilkan sekitar 440 ikat selada air. Hasil tersebut menjadi salah satu capaian awal dalam pengembangan usaha pertanian yang dikelola BUMDes.
Rio, salah satu petani BUMDes yang turut menjadi penggerak produksi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Ini hasil keringat bareng. Kami ingin desa bisa berdiri di kakinya sendiri lewat pertanian,” ujar Rio saat proses panen.
Hasil panen selada air tersebut dinilai memiliki kualitas yang baik dan kondisi yang segar sehingga berpotensi memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner, seperti restoran dan rumah makan.
Harga Selada Air Terjangkau
Untuk memperluas pemasaran, selada air hasil produksi BUMDes Rantansari Cipta Indah ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
- Harga grosir: Rp4.000 per ikat
- Harga eceran: Rp5.000 per ikat
Pemasaran saat ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Batang dan wilayah sekitarnya. Strategi tersebut dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pasar lokal dan menjaga kualitas serta kesegaran produk.
Pengembangan pasar lokal diharapkan dapat menjadi langkah awal sebelum usaha pertanian BUMDes berkembang ke jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Mendorong Desa Menjadi Produsen
Produksi selada air yang dilakukan BUMDes Rantansari Cipta Indah bukan hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi Desa Kalisalak.
Melalui pengelolaan potensi pertanian secara produktif, desa diharapkan mampu menghasilkan komoditas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Panen sebanyak 440 ikat mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi pengembangan ekonomi desa, capaian tersebut menjadi langkah awal yang penting. Dari lahan desa, masyarakat mulai didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen pangan dan penggerak ekonomi lokal.
BUMDes Membuka Peluang Kolaborasi
Dalam pengembangan usaha selada air tersebut, BUMDes Rantansari Cipta Indah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu memperluas pemasaran.
Pedagang, distributor, pelaku usaha kuliner, maupun pihak lain yang tertarik dengan produk pertanian lokal dapat menjadi bagian dari rantai pemasaran selada air hasil produksi BUMDes.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan. Semakin luas jaringan pemasaran, semakin besar pula peluang peningkatan produksi dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Dari Selada Air untuk Masa Depan Ekonomi Desa
Pengembangan budidaya selada air di Desa Kalisalak menjadi contoh bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui langkah yang sederhana namun dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Di balik setiap ikat selada air terdapat proses kerja, semangat gotong royong, serta harapan untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Ke depan, BUMDes Rantansari Cipta Indah diharapkan dapat terus mengembangkan sektor pertanian dan berbagai potensi ekonomi lainnya di Desa Kalisalak.
Dari hamparan hijau selada air, Desa Kalisalak menunjukkan bahwa potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi. Ketika dikelola bersama dengan konsisten, lahan desa bukan hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.